FTP : Insan Tawhidi, A Spiritual Antropology of Islam

FTP : Insan Tawhidi, A Spiritual Antropology of Islam

Wardah Alkatiri, Ph.D –Tim Riset STFI Sadra, aktifis dan Pembicara isu LIngkungan

Insan Tawhidi, A Spiritual Antropology of Islam

Jumat, 30/9/016 Riset STFI Sadra berkesempatan mengundang seorang peneliti, Wardah Alkatiri Ph.D, salah satu alumni paska ICAS Paramadina dalam diskusi Forum Temu Pakar (FTP). Berikut transkip diskusinya.

Seperti biasa dalam sebuah sidang tesis dan disertasi, pertanyaan klarifikasi judul selalu menjadi diskusi pembuka sebelum membangun argumentasi lainya. Begitu juga dalam diskusi Forum Temu Pakar kali ini, seolah mengulang sidang tesis tahun 2008. Wardah menjelaskan dengan semangat pertanyaan penting apa yang dimaksud InsanTauhidi sebuah kajian (A Spiritual Antropology of Islam). (more…)

Esoterisme Islam, Agama-Agama Lokal, dan Islam Jawa

Esoterisme Islam, Agama-Agama Lokal, dan Islam Jawa

Suasana diskusi di CRCS-Esoterisme Islam, Agama-Agama Lokal, dan Islam Jawa

Oleh: Azis Anwar Fachrudin | CRCS |

“Pengalaman mistis ialah pengalaman akan Yang Misterius, dan karena itu tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” demikian ungkap Dr. Ammar Fauzi, pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra, Jakarta, dalam seminar tentang esoterisme Islam dan agama-agama lokal Indonesia pada 17 Mei 2016. “Orang yang bisa berkata-kata tentang pengalaman mistis,” lanjut Ammar mengutip Ibn ‘Arabi, “adalah orang yang tidak tahu.” (more…)

Short Course Filsafat Islam

Short Course Filsafat Islam

Sebanyak delapan peserta dari Indonesia mengikuti kegitan Short Course “Filsafat Islam” 05-17/01/2016 di Tehran. Peserta dari Indonesia datang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. (more…)

Tanggapan Tulisan Dr. Budi Hardiman

Tanggapan Tulisan Dr. Budi Hardiman

Oleh: M. Ma’ruf, MA
Staf Riset STFI Sadra, aktif menulis Filsafat, Sosial dan Politik

Menarik membaca tulisan Dr. F Budi Hardiman dimuat di kompas, jumat 6 Januari 2017.  Tulisan berjudul Kesalehan dan Kekerasan. Saya tertarik untuk menanggapi karena berkaitan dengan dilema moral  manusia dan Tuhan, serta artikulasinya dalam wilayah privat dan publik. Bagaimana menempatkan kesalehan privat dan publik dalam hukum modern, bagaimana memahami perintah Tuhan yang absolut, bagaimana mungkin membela Tuhan? Bukankah Tuhan yang dibela berarti Tuhan yang lemah?. Jika aksi radikalisme dan terorisme dilakukan karena perintah Tuhan, Bagaimana mungkin Tuhan memerintahkan berbuat jahat? Lalu bagaiman mungkin seorang yang keseharianya religius (taat agama), kemudian melakukan tindakan terorisme? (more…)

Free WordPress Themes, Free Android Games